Jumat, 13 Desember 2013

Cerpen Cinta Sedih " Surat Untuk Senja"

Berikut ini adalah sebuah Cerpen yang menurut saya menjadi sebuah inpirasi bagi saya karena dengan sebuah Cerpen ini banyak orang seakan menjadi sebuah tokoh dalam Cerpen Tersebut, Bagaimana dengan isi Cerpen Tersebut silahkan langsung saja untuk membacanya.
  

Cerpen Cinta Sedih " Surat Untuk Senja"
SURAT UNTUK SENJA
Karya Salman Achmad Perkasa

 Jam 2 pagi saat nada jangkrik berorkestra di taman. Elang serta Senja duduk diantara bangku-bangku yang kosong. Lampu taman yang melankolis menghangatkan dialog awal hari yang mereka kerjakan.
“Lantas apa gunanya kita berdiam lama di sini? Bukanya tambah baik kita pulang serta mengakhiri dialog pesakitan ini? ”
“Aku, di sini mengajakmu untuk berkontemplatif Elang.. ” jawabnya dengan suara lirih.
Elang tak tahu apa yang ditujukan oleh Senja, ia cuma dapat membenturkan ke-2 gigi atas serta bawahnya dengan kencang.
“Kau tak terasa berdosa atas seluruhnya kejanggalan yang berlangsung? ”
Elang seperti dibunuh melalui kalimat, ia terbius keadaan serta arti. Ia cuma dapat membenturkan ke-2 gigi atas serta bawahnya dengan cara kencang.
“Darah yang keluar dari telingaku, disebabkan tingkahmu, saya tak kuat mendengar semua perilaku burukmu. Seluruhnya orang diluar sana mengulas kebusukanmu! Kau hitam! Tak mempunyai moral! ”
Sebenernya kebusukan apa yang sudah diperbuat oleh Elang, Elang sendiri tak tahu. Ia cuma lakukan aktivitasnya seperti umum serta selayak orang normal.
“Senja…”
“Jangan sekali kali kau memanggil namaku melalui mulut kotormu itu! Saya tidak sudi dengan pangillan yang keluar dari mulutmu! ”
“Terus saya mesti memanggilmu apa? dengan sebutan ‘Eh’ seperti anak TK yang memanggil satu diantara rekanya namun tak mengetahui namanya? Atau mungkin dengan nama samaran lain? Kau ingin saya memanggilmu apa? Wanita pesakitan? Wanita senja? ”
Senja tersentak oleh kata kata Elang, ia memandangi Elang seperti orang yang mengakui suci walau sebenarnya tak sempat lakukan amal. Ia betul-betul geram pada Elang. Melalui tatapan matanya yang tajam, tergambar suatu pisau yang siap menancap dibagian mulut Elang.
“Kau tidak butuh memanggilku dengan sebutan anomali seperti itu, saat ini jujur saja kepadaku. Apa yang sudah kau perbuat pada gadis yang bernama Laras? ”
“Laras? Siapa Laras? ” Dengan raut muka datar ia menjawab
“Jadi kau betul-betul tak mengetahui dengan wanita yang bernama Laras? Bila demikian siapa itu Ana? Serta siapa itu Laila? ”
Senja selalu menghimpit Elang dengan pertanyaan yang makin memojokkanya ke poros yang lebih dalam, ia mau Elang mati didalam perkataanya.
“Ana serta Laila itu sahabatku dari SMA, memanglah ada apa dengan mereka berdua, saya jadi makin tak tahu perihal apa yang kita bicarakan. ”
Senja makin terpukul atas pengucapan Elang, ia terasa Elang menutupi dosa-dosanya dengan ketidaktahuanya serta kepolosanya.
“Lang, saya dapat mencium bau kebusukanmu dari dua hari kemarin. Saya tau apa yang kau perbuat dengan Ana, Laila juga Laras seorang yang kau anggap tidak kau ketahui. Mengapa kau tega menodai ke-2 wanita itu dengan sebagian rekanmu? Di mana hati nuranimu? Kau katakan Ana serta Laila teman dekat namun yang kau kerjakan kepadanya seolah mereka wanita jal*ng yang menyamar jadi teman dekat. ”
Elang terdiam, saat ini ia tak bisa membenturkan ke-2 gigi atas serta bawahnya.
“Bagaimana dengan laras? Mengapa kau tega menyebar deskripsi photo yang tidak layak? Apakah kau saat ini berpindah jadi orang yang jahat? ”
“Jadi kontemplatif perihal ini yang kau maksud saat ini? ”
“Ya memanglah ini yang kumaksud, supaya kau sadar dengan semua kesalahanmu yg tidak beretika. ”
“Kamu tak tahu bakal seluruhnya ini.. ”
“Tidak tahu? Maksudmu? Anda telah hilang ingatan? Pasti anda tak dapat mengontrol nafsu bir*himu, maka dari itu anda jadi liar dengan perilaku hewani seperti itu? Semestinya kau tak berkata bila saya tak tahu bakal seluruhnya ini, saya tahu apa yang ada di isi otakmu yang keruh lang. ” Jawab Senja sembari berteriak didepan muka Elang.
Elang cuma tertunduk serta tersenyum. Lalu ia mengangkat dahinya serta melihat ke arah depan, ia sesaat berhalusinasi seperti lihat orang tengah mati suri di taman.
“Kamu benar benar telah hilang ingatan Elang, saya tak menganggap kau dahulu yang saya cap untuk orang berpredikat baik nyatanya berkepribadian seperti serigala haus bakal mangsanya, kau mengikis kepercayaanku. ”

Lalu Senja pergi meninggalkan Elang sendirian di taman, ia memberhentikan suatu Taxi serta pulang ke rumah. Pas jam 3 pagi ia meninggalkan taman.

Dua minggu sesudah dialog awal hari itu, Elang bunuh diri dengan menggunakan kok*in sampai over dosis. Senja yang mendengar berita tak dapat berbahasa melalui mulutnya, ia cuma berbahasa rasa sedih melalui air matanya yang putih, ia selalu mengalirkan bhs rasa sedih itu hingga seseorang polisi datang ke tempat tinggalnya. Polisi itu memberikanya suatu surat, surat yang dituliskan Elang sebelum saat ia wafat, surat yang ditemukan di samping kok*in serta jasad dari seseorang Elang. Surat itu diisi perihal argumen Elang berbuat jahat pada ketiga wanita.
Lalu Senja buka surat serta membacanya, sembari menahan rasa sedih ia cobalah membaca satu per satu kata yang tercatat.

Dear Senja
Senja, maafkan saya sudah berbuat perbuatan kotor itu, barangkali sesudah engkau memperoleh surat ini kau tak bisa menjumpai saya lagi di alam dunia yang penuh dengan dialektis tak berbuntut seperti yang kita kerjakan sebagian hari kemarin di taman.
Saya cuma mau memberitahumu bila saya lakukan seluruhnya itu memiliki argumen masing-masing. Saya menodai Ana serta Laila lantaran ia selalu menghinamu untuk wanita miskin yang cuma dapat ju*l tubuh, ia selalu membicarakanmu untuk pr*muria yang tidak berakal selama hari. Jengah saya mendengar perkataanya. Hingga saya mesti mengambil jalan pintas sendiri dengan menodainya dengan sebagian rekanku, supaya ia paham mulut itu bukan hanya pengucap pr*muria belaka.
Bila Laila, lantaran ia yang sudah bikin orang tuamu bercerai 2 th. lalu, ia lah yang berselingkuh dengan ayahmu, jujur saya tak memberitahumu lantaran saya tidak kuasa lihat air mata di pipimu. Maafkan saya Senja atas seluruhnya ini, semoga anda tenang didunia sana lantaran saya sudah menghabisi seluruhnya penggangu kehidupanmu

Salam sayang Elang 

Bagaimana dengan Cerpen diatas, SHare atau LIKE jika Cerpen Tersebut sangat bermanfaat bagi anda.

Selasa, 08 Oktober 2013

Cerpen Cinta - Tunggu Aku

Cerpen Cinta - Dalam sebuah karya Cerpen ini pasti anak muda yang senang dengan sebuah karya sastra yakni dengan Cerpen ini pasti mengenal dengan Cerpen dengan kategori Cerpen Cinta, ya memang saya akui bahwa Cerpen Cinta adalah sebuah Cerpen yang sangat digandrungi oleh remaja kita karena Remaja ini sangat ingin tahu yang namanya akan Cinta, Okelah dari pada ngomongnya tambah ngawur kita langsung saja untuk meresapi Cerpen Cinta dibawah ini.

Cerpen Cinta - Tunggu Aku
Cerpen Cinta - Tunggu Aku
TUNGGU AKU
Karya Afifah Atthahirah

Siang ini sinar matahari terasa amat terik, sinar terasa menembus celah celah kecil baju kemeja SMK ku. Ah “ingin rasanya aku menikmati segelas es jeruk buatan risma” khayalku terlalu tinggi, ahh perempuan itu selalu membayangiku, ia menganggap diriku sebagai sahabat nya tapi aku malah mempunyai perasaan lebih kepadanya.

Sepanjang perjalanan aku terus terbayang wajah manis nya “tapi mungkin kah?” tanyaku dalam hati. Sambil terus berjalan “apakah mungkin ia menerima perasaan ku apa adanya, dan apa mungkin ayah nya akan merestui hubungan ku dengan nya,” aku terus bertanya tanya, “ah.. mungkin ayah nya tak segan segan menendang ku dan mempermalukan aku di depan anak-anak rekan kerjanya” bantah ku juga dalam hati, “tapi, cinta itu kan butuh perjuangan” ucap ku terus bertarung dengan hati kecilku yang mulai putus asa, “ah ribet nya kalau sudah urusan cinta,” kata ku sambil terus berjalan menyusuri gang-gang kecil, sebentar lagi aku sampai di rumah, pernah suatu kali ibuku marah marah gara-gara aku minta uang untuk menonton di bioskop bersama Risma, hingga akhirnya aku memutuskan untuk bekerja setelah pulang sekolah, sempat beberapa kali aku melihat Risma sedang berjalan jalan dengan sepupu laki lakinya, ah mereka bagai pasangan kekasih paling serasi di dunia ini. Aku selalu iri melihat mereka begitu. “andai aku dapat memilikinya” batin ku setiap kali aku melihat mereka berdua, khayalan ku semakin meninggi namun semua harus tandas sekejap, dengar-dengar ia akan tunangan dengan pacar nya selulus SMK. Mimpi ku hancur.

Akhirnya aku sampai juga di depan rumah beratap seng seng yang sudah berkarat, dengan dinding-dinding terbuat dari rotan, di pekarangan di hiasi pagar pagar bambu setinggi lutut orang dewasa, dengan dililit oleh beberapa jenis tumbuhan berbunga yang menambah kesan indah namun amat sangat sederhana.
“biarlah kini rumah ku begini, toh saat ini aku masih beruntung memilikinya untuk tempat berlindung. dan merajut asa, suatu saat aku akan membangun istana lengkap dengan fasilitasnya” tekad ku dalam hati sambil memandangi rumah ku.

Seperti biasa sepulang sekolah aku langsung berganti baju, tak lupa ku bawa cangkul milik (almarhum) ayah ku yang telah lama meninggal karena penyakit asma nya, aku terus berjuang ku lakoni pekerjaan ayah ku, aku menjadi kuli bangunan sepulang sekolah, dengan modal tenaga untuk sesuap nasi untuk mengganjal perut yang terus minta diisi, tak mungkin aku hanya mengandalkan uang ibuku yang hanya berprofesi sebagai tukang cuci, beruntung aku sekolah mendapat bantuan dari sekolah, ya karena aku pintar aku mendapat beasiswa bahkan aku tak pernah di tagih untuk membayar uang buku, Ujian. Aku harus extra tenaga demi mendapat sepeser uang, hasil keringat ku. Uang itu untuk membiayai sekolah adikku, ia juga mendapat beasiswa namun ia tetap ditagih untuk membayar uang buku, ujian nasional, belum lagi kini ia harus menghadapi ujian nasional dengan paket yang berbeda ya ada 20 paket.. belum lagi keinginan ku yang harus ku tunda sementara, ya untuk perempuan itu.

Kelulusan pun tiba, aku menunggu-nunggu saat saat yang aku dambakan ini, segera kulihat hasil ujian ku di mading sekolah ku, banyak anak anak lain aku tak ambil pusing, langsung ku terobos saja.
“horrreee….. horeee, gueeee lulusss” ucap ku saat melihat hasil ujian ku yang berada di urutan ke 7 dari 50 siswa di kelas 12 ( A dan B), senang rasa nya aku sudah bebas dari yang namanya belajar, kini aku bisa fokus dengan job ku.

Selulus SMK aku mencoba mencari pekerjaan dengan ke juruan yang aku pilih di SMK dahulu. Saat pertama kali aku melamar pekerjaan di sebuah bengkel, aku di tolak mentah-mentah, aku tak putus asa, “tuhan masih memberi jalan” ucap ku sambil memegang kalung pemberian Risma. Kalung itu ia berikan kepada ku sebagai oleh oleh nya dari Amerika. Aku terus berjalan tak kuhiraukan berapa kali aku ditolak, aku banyak di tolak karena bengkel itu belum mau membuka lowongan kerja.

Siang terasa semakin terik, berkali kali kuregangkan dasi pada leher kemeja putih ku. Ku berjalan sambil membawa amplop coklat yang berisi surat lamaran kerja dan beberapa dokumen penting.
Aku berhenti sejenak di sebuah warung kecil, ku pesan segelas es seharga 500,
“Nih mas” ucap pedagang itu kepada ku sambil memberikan segelas es pesanan ku
“makasih bu,” balasku sambil sambil menerima segelas es itu
Segera ku seruput sedikit demi sedikit
“ahh… lega rasanya” ucap ku setelah menghabiskan segelas es itu, aku segera bangkit dan mengambil sekoin uang 500 dan pergi
“ah itu ada bengkel, aku coba kesana aja.” ucap ku sambil berjalan mendekati tempat itu
“permisi pak, apa disini ada lowongan pekerjaan” ucap ku saat melihat seseorang laki laki berjenggot panjang bewarna putih, wajah nya seperti seumuran ayah ku 4 tahun yang lalu.
“oh, kebutulan, mau ngelamar kerja ya?” tanya nya kepadaku
“iya, pak” jawab ku sambil tersenyum
“bisa saya lihat surat surat lamaran dan prestasi-prestasi?” tanya nya kepada ku
Aku segera menyodorkan amplop coklat yang ku bawa, ia menerimanya, tak lama setelah mempersilahkan ku duduk, ia masuk ke dalam rumah nya, lima menit kemudian ia keluar dari rumah nya sambil membawa baju berwarna merah dan amplop coklat punyaku.
“kamu saya terima” ucap nya sambil memberi baju yang ia bawa serta mengembalikan amplop punya ku
“yang bener pak?” ucap ku tak percaya
“iya” jawab nya singkat
“terima kasih, pak” ucap ku berterima kasih kepada laki laki yang ternyata namanya pak jayadi
Tak lama kemudian, aku segera pamit pulang setelah aku memperkenalkan nama ku.

Di tengah jalan aku bertemu dengan Risma, perempuan itu memberiku undangan, yang katanya undangan tunangan dirinya dengan pacar nya. Entah mengapa kepalaku terasa pusing sehabis mendengar nya. Setelah memberikan undangan itu kepadaku, ia pamit dan segera masuk ke mobilnya. Terlihat seseorang laki laki tersenyum kepada ku dari dalam mobilnya. Aku hanya membalas senyum nya dan berjalan pergi. Sesampainya di rumah aku segera merebahkan tubuhku di atas kasur yang tak empuk sedikit pun. Entah aku tak tau berapa lama aku tertidur.



“di… ardii, bangun udah maghrib” kata ibu sambil menggoyang-goyangkan bahu ku.
Aku yang merasa terganggu akhirnya terbangun dari tidur nyenyak ku.
“iya bu..” ucap ku sambil bergegas bangun dan mengambil handuk di dalam kamar.
“byurrr… byurrr.. segar…” ucap ku sambil terus mengguyur badan ku dengan air dalam bak mandi
“oh iya jam berapa acara nya ya?” tanya ku sambil meletakkan telunjuk ku di dagu.
Cepat cepat aku keluar dengan hanya memakai handuk yang menempel dari bagian pinggang hingga lutut ku.
“oh jam 10.” Kataku sambil menaruh undangan itu ke tempat nya semula.
“bu. tolong setrikain kemeja pemberian bapak ya” ucap ku meminta tolong kepada ibu yang saat itu juga sedang menyetrika baju milik pelanggannya
“iya taruh disini aja” jawabnya

Aku pun menaruh kemeja itu di samping ibu sambil menunggu aku membaca buku sambil tidur-tiduran di kamar. Angin malam terasa sepoi sepoi membuat mata ku terasa mengantuk dan akhirnya aku tertidur.
“ardi… ardi… ardi ”
“siapa yang manggil nama aku ya?” tanya ku heran “eh ngomong-ngomong aku ada dimana?” tanya ku lagi dalam hati
“risma… risma” aku terus memanggil nama perempuan itu
Teriakan perempuan itu semakin terdengar jelas saat aku mulai masuk ke dalam hutan yang amat gelap dan membuat ku merinding namun entah mengapa kaki ku terus berlari hingga akhirnya aku menemukan sumber suara, aku segera berlari mendekati tempat itu “risma… risma” aku terus memanggil namanya, namun entah mengapa di tempat itu, aku tak mendapati dirinya hidup. yang kudapat hanyalah jasad nya yang telah terbujur kaku. Ku peluk jasad wanita itu dan berkata “risma.. tunggu aku”.

Cerpen Karangan: Afifah Atthahirah
Facebook: Afifah Atthahirah & Afifah Aththiroh
Kenalkan Nama Ku Afifah Atthahirah, Follow Twitter Ku @ifah_999

Itulah Cerpen Cinta yang mungkin bisa menginspirasi anda untuk membuat karya atau menginspirasi anda untuk mengetahiu apa yang dinamakan Cinta dan APabila anda ingin membaca Cerpen yang lainnya seperti Cerpen Persahabatan silahkan saja datang ke mbah dukun. 

Selasa, 21 Agustus 2012

Cerpen Cinta yang sejati dan hakiki

Cerpen Cinta - Dalam sebuah karya Cerpen ini pasti anak muda yang senang dengan sebuah karya sastra yakni dengan Cerpen ini pasti mengenal dengan Cerpen dengan kategori Cerpen Cinta, ya memang saya akui bahwa Cerpen Cinta adalah sebuah Cerpen yang sangat digandrungi oleh remaja kita karena Remaja ini sangat ingin tahu yang namanya akan Cinta, Okelah dari pada ngomongnya tambah ngawur kita langsung saja untuk meresapi Cerpen Cinta dibawah ini.

KETEGARAN CINTA BERTASBIH
Cerpen Rudi Al-Farisi

Seorang sahabat, Mimi namanya, kami bersahabat puluhan tahun sejak kami sama-sama duduk di sekolah dasar (SD), selama beberapa tahun itu saya mengenalnya, sangat mengenalnya, Mimi gadis sederhana, anak tunggal seorang juragan sapi perah di wilayah kami, memiliki mata sebening kaca, dan lesung pipit yang manis menawan siapa saja akan runtuh hatinya jika memandang senyumnya, termasuk saya’. dan nilai tambahnya adalah dia seorang yang sangat sholehah, yang patuh pada kedua orang tuanya.

Tetapi Ranu, Don Juan yang satu ini juga sangat menyukai Mimi, track recordnya tidak menggoyahkannya untuk merebut hati Mimi. Sedangkan saya hanya bisa menatap cinta dari balik senyuman tipis ketegaran.
Setiap pagi hari, petugas rutin kantor pos pasti sudah nangkring di sudut rumah besar di ujung gang kampung kami, (rumah Mimi).

Menunggu pemilik rumah membukakan pintu demi dilewati selembar surat warna merah jambu milik Ranu untuk sang pujaan hatinya.

Sedang Mimi yang semula tak bergeming, menjadi kian berbunga-bunga diserang ribuan rayuan gombal milik don juan.

Merekapun pacaran dari mulai kelas 1 SMP bayangkan, hingga menikah. Sebagai tetangga sekaligus teman yang baik, saya hanya bisa mendukung dan ikut bahagia dengan keadaan tersebut. (walaupun hati ini meratap) Apalagi Mimi dan Ranu saling mendukung, dan sama-sama bisa menjaga dirinya, hingga ke Pelaminan,,Insyaallah.

Hingga tiba ketika selesai kuliah, mereka berdua ingin mewujudkan cita-cita bersama, membina keluarga, yang sakinah, mawaddah, dan warohmah.

Namun, namanya hidup pasti ada saja kendalanya, dibalik kesejukan melihat hubungan mereka yang adem anyem, orang tua Ranu yang salah satu anggota di DP….!! itu, menginginkan Ranu menikahi orang lain pilihan kedua orang tuanya, namun Ranu rupanya cinta mati dengan Mimi, sehingga mereka memutuskan untuk menikah, sekalipun diluar persetujuan orang tua Ranu, dan secara otomatis Ranu, diharuskan menyingkir dari percaturan hak waris kedua orang tuanya, disertai sumpah serapah dan segala macam cacian.

Ranu akhirnya melangkah bersama Mimi, setelah menikah, mereka pergi menjauh keluar dari kota kami, Dumai, menuju Pekan Baru, dengan menjual seluruh harta peninggalan kedua orang tua Mimi yang sudah tidak ada, (semenjak Mimi di bangku SMA, orang tuanya kecelakaan). Untuk mengadu nasibnya menuju ke Pekan Baru " Kota Bertuah" Istilah si Mimi dan Ranu.

Saya hanya dipamiti sekejap, tanpa bisa berkata-kata, hanya saling bersidekap tangan didada dan terharu panjang, Mimi menitipkan salam untuk Ibu yang sudah dianggapnya seperti Ibunya sendiri.

Masih tajam dalam ingatan, Mimi pergi bergandengan tangan dengan sang kekasih abadi pujaan hatinya “Ranu”, melenggang pelan bersama mobil yang membawa mereka menuju "Kota Bertuahnya" Pekan Baru.
Selama setahun, kami masih rutin berkirim kabar, hingga tahun kelima, dimana saya masih membujang dan masih menetap tinggal di Dumai, sedang Mimi entah kemana, hilang tak ketahuan rimbanya, setelah surat terakhir mengabarkan bahwa dia melahirkan anak keduanya, kemudian setelah itu kami tidak mendengar kabarnya, lagi.

Bahkan Ibuku yang sudah berhijrah hampir tiga tahun ini di Pekan Baru tempat kakakku juga tidak bisa melacak keberadaan Mimi, Mimi lenyap ditelan bumi, hanya doa saya dan Ibu serta sahabat-sahabat yang lain yang masih rutin kami panjatkan, untuk keberuntungan Mimi di sana.

Sampai di suatu siang yang terik, di hari sabtu, kebetulan saya berada dirumah karena kantor memang libur dihari sabtu dan minggu, tiba-tiba saya dikejutkan oleh suara ketokan pintu dikamar, mbak "Inul" patner kerja (alias Pembantu) kami mengabarkan ada tamu dari Pekan Baru, siapa gerangan pikir saya ketika itu.
Setelah saya temui, lama sekali saya memeperhatikan tamu tersebut, perempuan cantik berkulit putih, tapi bajunya sangat lusuh beserta ketiga anaknya, yang dua laki-laki kurus, bermata cekung terlihat sangat kelelahan, dan seorang bayi mungil dalam gendongan.

Sejenak saya tertegun, lupa-lupa ingat, hingga suara perempuan itu mengejutkan saya " Faris….Faris khan !", sejenak, dia ragu-ragu, hingga kemudian berlari merangkul saya, sambil terisak keras dibahu saya, saat itu saya hanya bisa diam tertegun dan tak tahu mau melakukan apa, dan saya tidak bisa menepis karena hal ini bukan muhrimnya.

Lalu setelah ia puas menangis, pelukan itu baru lepas, ketika kami dikejutkan oleh tangis bayi Mimi yang keras, yang rupanya tanpa kami sadari telah menyakitinya, dan menekan bayi itu dalam pelukan kami. Masyaallah !.semoga Allah mengampuni…..

Saya menjauhkannya dari bahu saya sambil masih ragu, berguman pelan "Mimi…Mimikah ?" Masyaallah…!, sekarang giliran saya yang ingin merangkul Mimi, tapi karena syari’at masih membayang dibatin. Aku hanya bisa bersidekap tangan didada tanpa bisa meluapkan perasaanku melihat kondisinya. Anak-anak Mimi yang melihat kami hanya termangu,

Mimi terlihat lebih tua dari usianya, namun kecantikan alaminya masih terlihat jelas, badannya kurus, dengan jilbab lusuh, yang berwarna buram, membawa tas koper berukuran besar yang sudah cuil dibeberapa bagian, mungkin karena gesekan atau juga benturan berkali-kali, seperti orang yang telah berjalan berpuluh-puluh kilometer.

Tanpa dikomando saya langsung mempersilahkan Mimi masuk kedalam rumah, membantu membawakan barang-barangnya, dibantu mbak Inul, meletakkan barangnya di ruang tamu, rumah saya.
Menunda beberapa pertanyaan yang telah menggunung dipikiran saya, Saya menatap dalam-dalam, Mimi sedemikian berubahnya, perempuan manis yang dulu saya kenal kini terlihat sangat berantakan, Masyaallah !, Mimi …ada apa denganmu!.

Saya menunda pertanyaan saya, hingga Mimi dan anak-anaknya mau saya paksa beristirahat beberapa hari dirumah saya, ia tidur dikamar ibu yang sudah dirapikan mbak Inul, saya rindu padanya, dan juga terharu melihat keadaannya.

Beberapa hari beristirahat dirumah saya, saya baru berani menanyakan tentang kabar keadaannya sekarang. Kami duduk diruang tamu sambil cerita ringan.

Semula Mimi terdiam seribu bahasa pada saat saya tanya keadaan Ranu, matanya berkaca-kaca, saya menghela nafas dalam, menunggu jawabannya lama, dalam hitungan menit hingga keluarlah suara parau dari mulutnya…

"Mas Ranu, Ris….sudah berpulang kepada-Nya lima bulan yang lalu".
"Oh" desah saya pelan, kata-kata Mimi membuat saya tercekat beberapa saat, namun sebelum saya sempat menimpali, bertubi-tubi Mimi menangis sambil setengah meracau "Mas Ranu kena kanker paru-paru, karena kebiasaannya merokok tiga tahun yang lalu, semua sisa peninggalan orang tuaku sudah habis terjual ludes, untuk biaya berobat, sedang penyakitnya bertambah parah, keluarga mas Ranu enggan membantu, kamu tahu sendiri khan, aku menantu yang tidak diinginkan, dan ketika Mas Ranu meninggal, orangtuanya masih saja membenciku, mereka sama sekali tidak mau membantu, aku bekerja serabutan di Pekan Baru, Ris.., mulai jadi tukang cuci, pembantu rumah tangga, dsb, hingga Mas Ranu meninggal, keluarganya, hanya memberiku uang sekedarnya untuk penguburan Mas Ranu, hingga aku terpaksa menjual rumah tempat tinggal kami satu-satunya, dan dari sana aku membayar semua tagihan rumah dan hutang-hutang pada tetangga, sisanya aku gunakan untuk berangkat ke Dumai, aku tidak sanggup mengadu nasib disana Ris…." Kata-kata Mimi berhenti disini, disambut isak tangisnya, sedang saya yang sedari tadi mendengarkan tak kuasa juga menahan haru yang sudah sedari tadi menyesak di dada.

Setelah kami sama-sama tenang, saya bertanya pada Mimi " Lalu apa rencanamu, Mimi ?".
Mimi tertegun… dia memandang saya nanar, saya menundukkan pandangan, karena saya takut terbawa rayuan syetan. kemudian dia mengulurkan tangan, memberikan seuntai kalung emas besar, "Sisa hartanya " begitu kata Mimi.

"Ini untukmu Ris.., aku gadaikan padamu, pinjami aku uang untuk modal usaha, dan kontrak rumah kecil-kecilan, aku tidak mau merepotkanmu lebih dari ini Ris..".

Aku yang menahan haru, sontak mataku langsung mengalirkan sesuatu, walaupun aku lelaki, namun hati ini bertindak sebagai makhluk tuhan yang berperasaan. kembali kami hanyut dalam haru.
Pelan-pelan saya, meraih kalung itu dari meja, menimbang-nimbang, pikiran saya melayang menuju sisa uang saya di amplop, dalam tas, Jum’at kemarin saya baru saja mendapat lembur-an, sebagai pegawai di suatu instansi, nilai lembur saya sangatlah kecil jika dibandingkan dengan pegawai yang lain tentunya, tapi itulah sisa uang saya, saya mengeluarkan amplop tersebut dari dalam tas, di kamar, semua saya infaqkan untuk Mimi, semata mata karena ikhlas.

Mimi menatap amplop di tangan saya, sejurus kemudian saya meletakkan amplop tersebut diatas meja sambil berkata "Ini sisa uangku Mimi, kamu ambil, nanti sisanya, biar saya pikirkan caranya, kamu butuh modal banyak untuk mulai usaha"

Keesokan harinya, saya menjual kalung Mimi, pada sahabat baik saya yang lain, kebetulan ia seorang pemodal-muslim, yang baik hati,.. "Thanks ya Hans".., saya menceritakan tentang keadaan Mimi pada mereka, Hans dan Istrinya banyak membantu " Ya Allah limpahilah berkah pada orang-orang baik seperti mereka".

Singkat cerita, Mimi bisa mulai usahanya dari modal itu, mengontrak rumah kecil didekat rumah saya, Alhamdulillah !, sekarang ditahun kedua, usahanya sudah menampakkan hasil, Mimi sudah sedemikian mandiri, banyak yang bisa saya contoh dari pribadinya yang kuat yaitu Mimi adalah pejuang sejati, ulet, sabar, dan kreatif.

Kuat karena Mimi enggan bergantung pada orang lain, dan tegar karena diterpa cobaan bertubi-tubi, Mimi tetap, kokoh, dan tidak bergeming sedikitpun, dia juga Smart, tahu dimana dia harus meminta pertolongan pada orang yang tepat, dan tentu saja muslimah yang taat beribadah, hingga Allah pun tak enggan membantunya.

Saya hanya berpikir dan yakin pasti ada jutaan Mimi-Mimi, diluar sana, akan tetapi pastinya sangat jarang yang melampui cobaan bertubi-tubi seperti dirinya dengan Indahnya.

Saya hanya ingin berbagi…..cobalah kita lihat, Mimi tetangga saya kini dan setiap pagi selalu menyapa riang saya, wajah cantiknya kembali bersinar, meskipun ia menyandang status janda. Yang kemudian dia tekun mendengar keluh kesah saya pada setiap permasalahan saya hadapi setiap harinya, termasuk ketika saya mulai mengeluh tidak betah dikantor sebagai pegawai sekian tahun, atau ketika saya menghadapi badai kemelut usia yang yang sudah berkepala tiga, apa kata Mimi

"Faris, Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan seseorang atau Allah lebih tahu apa yang terbaik bagimu, sedangkan kamu tidak".
Subhanallah ! Mimi, contoh kekuatan wanita muslimah, ada disana.
Dan jika saya sudah menyerah kalah pada permasalahan bertubi-tubi dalam hidup saya, maka Mimi membawa saya menuju pintu rumah mungilnya, didepan pintunya, saya melihat kepulasan tidur anak-anaknya di ruang tamu yang ia jadikan ruang tidur, sedangkan kamar tidur ia jadikan dapur untuk memasak, (sungguh rumah yang mungil) mereka berjejal pada tempat tidur susun yang reyot, dan juga tempat tidur gulung kecil dibawahnya, tempat si sulungnya tidur, kemudian katanya, "Lihatlah Ris, betapa berat menjalani hidup seorang diri, tanpa bantuan bahu yang lain, kalau tidak terpaksa karena nasib, enggan aku menajalaninya, Ris, sedang kamu, bersyukurlah kamu, masih memiliki masa depan yang panjang ".
Duh, gusti betapa baik hati Mimi ini, betapa malu saya dihadapannya, cobaan saya, tentu jauh lebih ringan dibanding dirinya, tapi betapa saya jarang bersyukur, sering mengeluh, dan sering merasa kurang.
"Stupid mind in the Stupid ordinary " Yang jelas watak Mimi dan kekuatannya menumbuhkan satu prinsip dihati saya bahwa " Karena aku adalah lelaki, aku harus  kuat dan tegar lebih dari wanita ini dalam menghadapi badai sekeras apapun, jika mungkin jauh lebih kuat dan tegar demi tangan-tangan mungil yang mungkin akan menjadi tangan-tangan perkasa yang siap mencengkram dunia, Insyaallah Amien"
Singkat cerita, saya pun berhenti dari pekerjaan yang lama, sekarang saya bekerja lebih mapan dari yang dulu. Karena setiap pulang kerja saya melintas didepan rumah Mimi, dan terus memperhatikan ketegarannya, akhirnya Allah menumbuhkan kembali cinta dihatiku. Sampai suatu saat aku pun melamarnya agar hubungan kami dihalalkan oleh syari’at. Mimi hanya bisa menunduk malu dan tersenyum melihat anak-anaknya yang akan memiliki ayah yang baru. Dalam hati, Mimi bertakbir dan bertahmid melihat kekuasaan Allah..
Allahu Akbar….

itulah Cerpen Cinta yang mungkin bisa menginspirasi anda untuk membuat karya atau menginspirasi anda untuk mengetahiu apa yang dinamakan Cinta dan APabila anda ingin membaca Cerpen yang lainnya seperti Cerpen Persahabatan silahkan saja datang ke mbah dukun.

Selasa, 15 Mei 2012

Cerpen Terbaru 2012

Cerpen Terbaru 2012 - Dalam dunia tulis menulis, Cerpen ini sangat digemari karena dengan sebuah cerita yang pendek dan langsung pada tujuan atau tidak berbelit-belit,  memang saya akui di Indonesia banyak cerpenis-cerpenis (Selain Cerpenis Indonesia) yang handal dan berbakat dalam dunia tulis menulis Cerpen ini akan tetapi mereka malu untuk mempublikasikannya, maka dari itu Blog Loker Seni memfasilitasi anda untuk  mempublikasi Cerpen sehingga Cerpen Anda sangat bermanfaat untuk banyak orang dan khususnya Dunia Sastra Indonesia.

Bagaimanapun Cerpen anda, itu adalah sebuah karya yang sangat berarti bagi orang lain dan barangkali ada produser film yang ingin membuat film dari Cerpen anda (hehehe...berharap....) karena Cerpen anda akan di baca oleh banyak orang di seluruh Indonesia, Okelah langsung saja dibawah ini adalah beberapa kategori dan Pengarang yang bisa anda baca atau koleksi.

KUMPULAN CERPEN ONLINE INDONESIA
  1. Cerpen Dewi Lestari 
  2. Cerpen Putu Wijaya
  3. Cerpen Bahasa Inggris
  4. Cerpen Persahabatan
  5. Cerpen AA. Navis
  6. Cerpen Romantis
  7. Cerpen Campuran
  8. Cerpen Motivasi
  9. Cerpen Sedih
  10. Cerpen Remaja
  11. Cerpen Lucu
  12. Cerpen Islam
  13. Cerpen Pendidikan
  14. Cerpen Cinta
  15. Cerpen Horor
  16. Cerpen Kompas
  17. Cerpen Anak-anak
  18. Cerpen Ayah
  19. Cerpen Ibu
  20. Cerpen Kehidupan
  21. Cerpen Keluarga
  22. Cerpen Perjuangan
  23. Cerpen Sosial
Itulah Beberapa kategori dan pengarang Cerpen yang bisa anda baca dan koleksi, Jangan sungkan-sungkan mengirimkan Cerpen anda ke Blog ini karena karya anda sangat membantu dunia sastra di Indonesia.

Selasa, 31 Januari 2012

Puisi Cinta Sedih Terbaru 2012

Puisi Cinta Sedih Terbaru 2012 - memang dunia remaja identik denganyang namanya cinta, karena masa-masa remaja ini adalah masa awal dari Cinta buat seseorang, dan dalam Puisi Cinta Sedih ini terdapat Contoh Puisi Cinta Sedih Terbaru yang bisa anda baca dan dengan Puisi ini remaja bisa mengekspresikan lewat kata-kata dalam bentuk sebuah Puisi, Okelah langsung saja dibawah ini adalah Puisi Cinta Sedih.

BIAR QHU SIMPAN SENDIRI
Puisi Suchiana Aprillianti

Kasih.....
Qhu berharap kau mndngar  rintihanQhu
Rintihan yang slama nie menemani diriQhu
Andai kau tau kacih ,,nie karna lukamu,...
Qhu mrintih Tak kenal waktu,,
Sungguh pahit kurasa.,
Tanpa hadirmu mnambah derita ,.
Sesak,sakit,gundah,gulana Qhu rasakan.,

Kau sungguh kejam ,..
Kini tersiar kabar kau bahagia bersama wanita lain,
SakitQhu smkin mnsuk dada ini,.
Lalu kau anggap apa pnantianQhu slama ini.
Bertahun-tahun Qhu mnyimpan rasaQhu,.
Tapi ternyata kau berdusta di blangkangQhu,.
Sungguh tak punya malu,.
Sekarang biarlah Qhu smpan sndiri rza ni,tanpa 1 orangpun yg tau,.

Mungkin dengan Puisi-puisi diatas bisa membuat hati anda lebih baik dari sebelumnya dan kami ucapkan banyak terimakasih.

Jumat, 20 Januari 2012

Kabar dari Century 21 Broker Properti Indonesia

Anda sedang mencari sebuah Rumah Idaman buat keluarga anda atau mau menjual Rumah, jangan pusing dan jangan Ragu untuk memilih Perusahaan Century 21 Broker Properti Jual Beli Sewa Rumah Indonesia ini, karena perusahaan Century 21 sudah tidak diragukan lagi karena sudah tersebar diberbagai Negara termasuk Indonesia.

Memang nama Century 21 memang sangat asing bagi anda namun saya akan mengulas lebih jelas tentang Century 21 ini dan jangan diartikan sebuah properti yang menjual, membeli, dan menyewa rumah yang tersebar di seluruh Indonesia. Masa properti bisa bertransaksi layaknya manusia?dan sangat setuju apabila Century 21 dinobatkan sebagai Perusahaan Broker Properti Jual Beli Sewa Rumah Indonesia di Dunia maupun di Indonesia.

Harus diketahui Century 21 broker properti jual beli sewa rumah Indonesia adalah tempat yang pas dan paling cocok untuk urusan jual beli dan sewa rumah / property di Indonesia. Oh begitu, jadi jika anda bingung mencari broker properti jual beli sewa rumah, tempat pertama yang harus anda ingat adalah century 21. Ingat Century 21 broker properti jual beli sewa rumah Indonesia, bukan bank century.

Century 21 adalah broker property terbesar di dunia yang didirikan pada 1971 di Orange Country, California. Century 21 Real Estate LLC saat ini telah memiliki lebih dari 8.000 kantor tersebar di berbagai negara dan didukung oleh lebih dari 150 ribu Mareting Associates.

Sedang di Indonesia sendiri, Century 21 baru didirikan pada tahun 1997. Meski baru beroperasi selama 14 tahun, Century 21 menjadi satu-satunya tempat broker terpercaya urusan properti sewa rumah Indonesia.

Century 21 melayani berbagai keperluan pembelian atau penjualan properti / rumah dari mulai rumah tinggal (villa), rumah toko, rumah kantor, tanah, perkantoran, mall, ruang bisnis, dan lain-lain. Harga yang ditawarkan Century 21 pun sangat bervariasi, dari yang murah (bukan murahan) hingga harga eksekutif.

Para agen / broker Century 21 juga tersebar di berbagai provinsi. Untuk saat ini broker properti yang bernaung di bawah Century 21 setidaknya ada di 16 provinsi di Indonesia, yaitu Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY Yogyakarta, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Riau dan Sumatera Utara. Dengan banyaknya broker properti tersebar luas di berbagai kawasan Indonesia, hal ini bisa memudahkan anda untuk menemukan broker properti di daerah anda.

Seandainya anda ingin menemukan Century 21 broker properti jual beli sewa rumah Indonesia karena ingin mencari rumah di Jakarta, namun tersesat dan tidak menemukan alamat Century 21 di Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 11 Kuningan - Jakarta Selatan 12940, tak perlu galau, sekarang kan zamannya teknologi modern, tinggal klik saja http://www.century21.co.id, di sana anda bisa menemukan broker properti jual beli sewa rumah di berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya di Jakarta, ternyata century 21 memang benar-benar broker properti jual beli sewa rumah yang tersebar di Indonesia, bukan?

Anda ingin membeli properti? Di century 21 telah memberikan enam nasihat penting tata cara membeli properti di century 21. Tinggal hubungi broker properti century 21, oke.


Anda ingin menjual property? Di century 21 juga memberikan lima nasihat tentang bagaimana properti anda bisa dijual secara cepat dengan harga memikat. Tinggal hubungi broker century 21, oke.

Anda ingin menjual, membeli, dan menyewa rumah? Di century 21 memberikan berbagai akses tentang jual beli sewa rumah dengan layanan khas para broker yang tentu bisa memuaskan kebutuhan anda.

Itulah Ulasan Tentang Century 21 Broker Properti Jual Beli Sewa Rumah Indonesia dan semoga artikel diatas bisa membantu anda dalam menemukan rumah idaman anda dan keluarga.

Kamis, 12 Januari 2012

Jenis Tetangga yang Kamu Harus Waspadai

Jadi ceritanya di tahun baru yang ceria ini kamu memutuskan untuk membeli rumah. Ini cuma ceritanya lho, MBDC juga tahu kamu belum mampu. Berandai-andai aja gitu. Nah, jadi ceritanya kamu mau beli rumah terus tentunya kamu milih rumah di sebuah kompleks yang cocok untuk membangun keluarga kecil yang harmonis dong. Kamu memilih sebuah rumah kecil yang ada halamannya, ventilasinya bagus, ada 3 kamar…semuanya sempurna. Tapi tunggu dulu! Kamu melupakan sebuah hal yang sungguh penting! Sudahkah kamu memperhatikan tetangga-tetangga kamu? Karena sesungguhnya, ketika memilih rumah, ada beberapa jenis tetangga yang harus kamu waspadai! Kita lagi ngomongin tetangga seperti:

1. Tetangga yang Punya Harley Davidson

Kamu pasti tahu Harley Davidson dong? Motor gede yang melambangkan kekayaan seseorang itu? Nah, tapi tahukah kamu kalau Harley Davidson itu adalah motor yang luar biasa berisik? Yes, suara motor Harley Davidson itu keras banget dan pastinya akan mengganggu ketenangan rumah tangga kamu.
Bayangin aja kalo lagi hari libur, kamu lagi tenang-tenang dan pengen bangun siang, terus tiba-tiba Oom rumah sebelah nyalain Harleynya buat manasin mesin. Kesel gak? Pasti kesel.

2. Tetangga yang Pelihara Banyak Burung

Beda sama Harley Davidson yang hanya berisik tergantung dari yang punya, burung itu pada dasarnya udah berisik aja. Kayaknya udah hakikatnya mereka untuk berkicau, apalagi kalau suka dikasih makan kroto. Jadi kalau kamu punya tetangga yang melihara banyak burung, siap-siap aja tiap pagi dapet kicauan massal dari burung-burung itu. Kalau kamu suka suara burung sih gak papa ya, tapi kalau kamu benci burung…Rasanya langsung pengen makan burung goreng gitu.

3. Tetangga yang Suka Bikin Acara di Rumah

Tetangga yang suka bikin acara di rumah ini perlu kamu waspadai dari berbagai sektor. Selain karena dia akan membuat kericuhan di masa-masa tenang kamu, kemungkinan besar dia juga akan mengganggu area pribadi rumah kamu. Dimana tamu-tamunya akan parkir kalo gak di depan rumah kamu? Adalah sebuah hal yang sangat menyebalkan jika kamu mau keluar rumah atau mau masuk ke rumah tapi harus terhalang, akibat ada orang yang parkir di depan rumah kamu persis.
Pertanyaannya, gimana kamu tahu kalau tetangga kamu itu suka bikin acara di rumah? Biasanya kalau rumahnya dia gede dan beda sendiri, serta punya halaman yang cukup luas, dapat dicurigai bahwa dia suka bikin acara di rumah.

4. Tetangga yang Suka Telanjang di Depan Rumah

Tapi tetangga kamu cowok gendut dan badannya buluan. Males aja kan kamu lagi mau menikmati udara pagi yang segar, terus hal pertama yang kamu lihat si tetangga kamu yang suka telanjang di depan rumah itu. Kenapa sih harus telanjang? Kenapa sih gak telanjang di dalem rumah aja?

5. Tetangga yg Dekat dengan Dunia Lain

Bayangin setiap malam kamu mendengar suara-suara aneh dari rumah sebelah kamu. Terus di malam-malam tertentu, terkadang kamu melihat ada yang terbang di depan jendela kamu. Terus terkadang kamu setengah sadar tengah malam, terus ngeliat ada sosok besar yang lagi ngeliatin kamu. Usut punya usut…ternyata tetangga kamu adalah pemburu hantu. Dan terkadang suka ada hantu yang kabur ke rumah tetangga-tetangganya. Agak males dikit gitu ya?

6. Tetangga yang Anaknya Lagi Belajar Musik

Mau lagi belajar main piano ataupun drum, yang namanya baru belajar musik itu bakal ganggu banget. Bayangin kamu harus denger sebuah lagu yang sama berkali-kali sepanjang hari atau harus denger si anak yang belum bisa ngedrum ini berusaha mukul drum berkali-kali. Selamat tinggal tidur siang.

7. Tetangga yang Ternyata Teroris

Selama ini kamu menganggap tetangga kamu ini orangnya pendiam. Dia tidak pernah bersosialisasi dan gak pernah menyapa kamu. Kamu pikir dia cuma antisosial ajah. Tapi kemudian, suatu hari tiba-tiba kompleks rumah kamu diserbu oleh Densus 88 dan terjadi baku tembak di situ dan berakhir dengan meledaknya sebuah bom!
Ternyata tetangga kamu itu sudah lama diincar oleh Densus 88 karena dia adalah otak di balik pengeboman di suatu tempat. Ih serem amat! Lah terus gimana caranya kamu tahu kalo tetangga kamu teroris atau bukan? Ya gak bisa sih. Terima nasib aja.
Nah, begitulah. Perlu kamu ingat bahwa memiliki tetangga yang baik itu sama pentingnya dengan memiliki rumah yang enak. Jadi jangan asal milih tetangga ya. Pilih tetangga kamu dengan sangat teliti!